oleh

Tim 5 KAMI Mempersiapkan Calon Saksi Secara Berlapis Bahkan SAKSI DEDEMIT Pun Siap.

BANYUWANGI,Ekspresi Nusantara.id-Meski 20 bukti surat telah diserahkan kepada majelis hakim yang mengadili perkara No: 196/Pdt.G/2021/PN.Byw di Pengadilan Negeri Banyuwangi, namun Tim 5 Kaukus Advokat Muda Indonesia (KAMI) sebenarnya juga sudah mempersiapkan beberapa calon saksi secara berlapis.

Pada lapis pertama, semula beberapa rencananya akan dihadirkan bersamaan dalam sidang pembuktian kedua, (5/1), namun di luar dugaan para calon saksi gugatan Citizen Law Suit (gugatan warga negara) tersebut serta merta menyatakan ketidaksiapannya dengan alasan yang beragam.

Bahkan ada juga yang tak merespon saat dihubungi atau lpun dichat WA-nya. Padahal para calon saksi tersebut ada juga yang selama ini bersumpah serapah sebagai para pejuang yang menggemakan peduli penyelamatan Banyuwangi dan belapati gunung Ijen.

Koordinator Tim 5 KAMI, Dudy Sucahyo, SH saat dikonfirmasi menumpahkan rasa kekecewaannya. Mengingat para calon saksi yang sebelumnya sudah menyatakan kesiapannya, namun setelah diagendakan bersamaan sidang pembuktian kedua secara tiba-tiba tidak bisa. Alasannya pun bermacam-macam dan terkesan aneh, sehingga sulit diterima secara logika.

“Kalau saja sejak awal menyatakan tidak siap atau tidak sanggup, tentu Tim 5 KAMI bisa mempersiapkan calon-calon saksi lainnya. Namun akhirnya kami menyadari bahwa seorang saksi memang dibutuhkan orang-orang yang mempunyai keberanian juga konsistensi dalam memperjuangkan kembalinya keutuhan kawasan gunung Ijen ke pangkuan Banyuwangi. Jadi bukan hanya orang-orang yang sekadar berani berkoar-koar leluasa di sana,” ungkap Dudy memberikan pandangannya.

Adapun juru bicara Tim 5 KAMI, Denny Sun’anudin, SH mengungkapkan, berkenaan dengan para calon saksi pihaknya sudah mengantisipasi segala bentuk kemungkinannya. Sehingga Tim 5 KAMI menyeleksi serta mempersiapkan deretan calon saksi secara berlapis-lapis.

Namun demikian lebih diprioritaskan figur-figur berintegritas yang memiliki pengetahuan serta wawasan luas seputar permasalahan polemik Ijen akibat kebijakan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang menyerahkan 1/3 kawasan gunung Ijen ke Kabupaten Bondowoso.

“Sejak awal kami sudah menegaskan kepada para calon saksi bahwa dalam gugatan Citizen Law Suit, subjeknya adalah seorang penguasa (baca: Bupati Banyuwangi, red.) yang memiliki kekuasaan dan pengaruh luas.

Sehingga dibutuhkan keberanian totalitas dan konsistensi perjuangan, jangan sampai ada yang jadi pecundang. Kalau target Tim 5 KAMI sudah jelas, yakni Bupati Ipuk harus bertanggungjawab mengembalikan keutuhan kawasan gunung Ijen dan meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Banyuwangi,” tukasnya tanpa basa-basi.

Adapun para calon saksi yang sebelumnya telah inkonsisten, lanjut Denny, pihaknya sudah mengabaikan bahkan tak perlu menghiraukan lagi. Justru kini Tim 5 KAMI sedang berkonsentrasi untuk mempersiapkan para calon saksi pada lapis berikutnya.

Tentu saja terlebih dahulu membekali tentang klausul-klausul sebagaimana tertuang serangkaian poin-poin penting dalam Posita hingga termaktub dalam Petitum.

“Insyaallah dalam sidang kesaksian nanti akan menjadi surprise tersendiri di ruang persidangan. Jika perlu Tim 5 KAMI akan menghadirkan para “SAKSI DEDEMIT” langsung dari puncak Ijen, dan itu sebuah keniscayaan.

Ya sederhana saja, tinggal mempersiapkan beberapa relawan mediator sebagai sarana dalam kesaksian. Karena para “SAKSI DEDEMIT” tersebut tak mengenal rasa takut dan takan mau dibargaining,” sindirnya. ***

Komentar

Berita Terkait