oleh

Sejumlah LSM, Ormas dan Media Probolinggo Raya Lurug Mapolres, Minta Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Yang Melibatkan Mantan Kades Dringu

Probolinggo, Ekspresi Nusantara’id-Bola panas yang menggelinding atas kasus demo warga yang berakhir pada kasus penganiayaan pada salah satu warga pendemo yang menyeret mantan Kepala desa (Kades) Dringu BHR terus menyeruak dikalangan masyarakat desa Dringu kecamatan Dringu kabupaten Probolinggo.

Warga desa tersebut berasumsi, bagaimanapun kasus yang dinilai tidak mencerminkan nilai-nilai seorang mantan pemimpin di desa ini, harus diusut hingga tuntas.

Terlebih BHR masih berambisi pada pilkades periode ini akan mencalonkan diri kembali setelah satu periode dijalaninya. Kasus pengeroyokan dan pemukulan yang dilakukan secara berkelompok dan mirisnya melibatkan mantan kades tersebut, menjadi keprihatinan semua pihak termasuk para pegiat kontrol sosial di kabupaten Probolinggo.

Berkaitan dengan hal ini Senin (15/11) sejumlah pegiat sosial yang tergabung dalam Aliansi LSM, Ormas dan Media Probolinggo raya mendatangi Mapolres Probolinggo guna mempertanyakan penanganan yang telah dilaporkan oleh korban Louis Kelana Tiza Putra (21), Warga Dusun Bandaran desa Dringu yang dibuat babak belur oleh kelompok tersebut.

Menurut Sholehuddin SH, Ketua LSM GMPK Probolinggo mengatakan kedatangan sejumlah pegiat LSM ini bermaksud hearing dengan Kapolres dan mempertanyakan tindak lanjut dari penanganan kasus pidana tersebut. “Dua alat bukti dan sejumlah saksi sebagai bukti permulaan sudah ada, dan ini menyimpulkan bahwa pelaku sudah layak untuk ditahan.”Ujarnya.

Rombongan yang terdiri dari pimpinan LSM ini antara lain dari AMPP, LSM LIRA, Pro CW, LPK, KAMI, KITA NKRI, GMPK, PASKAL, LP2TRI, MACAN KUMBANG, PEMUDA PANCASILA dan LSM Teropong serta dari kalangan media antara lain Ketua F-Wamipro, OptimisTV, Snipers news dan media GND diterima langsung oleh Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi diruang kerjanya.

Dalam kesempatan Kapolres menyampaikan ,Penerapan prosedur dalam penanganan kasus penganiayaan di Desa Dringu perlu dilakukan. “Kita mengharapkan tidak ada kesalahan prosedur dalam penanganan kasus dan tidak memunculkan kesan menyalahi SOP. Saya memastikan kasus ini akan menjadi atensi Polres Probolinggo. kami berjanji akan menangani dan menyelesaikan kasus ini secara professional serta proporsional.”tegas Kapolres.

Info yang berkembang dilingkup Polres, bahwa BHR dan kaan-kawannya hari ini mulai dilakukan pemeriksaan dalam kontek sebagai saksi. Jika dimungkinkan, bisa jadi akan dilakukan gelar perkara. “Kita lihat hasil perkembangan selanjutnya.”ujar narasumber dari lingkup Polres.

Ditempat yang sama, H Lutfi Hamid, Ketua LSM AMPP saat dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan bahwa dimata hukum tidak ada yang kebal. “Diharapkan kasus ini segera diusut tuntas agar tidak ada lagi raja-raja kecil yang menguasai satu wilayah.”Ungkapnya.

Sementara BHR (Bukhori), mantan Kades Dringu yang berhasil dikonfirmasi melalui telpon terkait aksi demo warga dikantor desa Dringu beberapa hari lalu, hingga memunculkan persoalan baru mengatakan bahwa demo tersebut disinyalir di inisiasi oleh pihak-pihak tertentu yang tidak menghendaki wilayah desa Dringu kondusif. “Aksi demo dibalai desa itu di inisiasi oleh orang diluar warga Dringu. Jadi demo itu tidak mewakili aspirasi warga dan hanya mewakili segelintir elit yang memang tidak menghendaki desa ini kondusif. Patut diduga, demo itu dibiayai oleh balon-balon kades yang nilainya tidak memenuhi standarisasi Perbup 58.”ujar Bukhori. (Suh)

Komentar

Berita Terkait