oleh

Ratusan Gram Sabu dan Puluhan Ribu Butir Trex Dimusnahkan Kejari Banyuwangi

Banyuwangi, Ekspresinusantara.id – Barang bukti tindak pidana penyalahgunaan narkotika dan obat daftar G dari 381 perkara yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi Jawa Timur, selama periode tahun 2020 dimusnahkan dihalaman Kantor Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Rabu (17/3/2021).

Pemusnahan barang bukti yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap kali ini juga di hadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anaz yang didampingi Sekda Mujiono beserta stakeholder.

“Pemusnahan perkara dalam setahun. Perkara di tahun 2020, totalnya sebanyak 381 perkara, didominasi oleh kasus undang-undang kesehatan,” kata Kajari Banyuwangi di hadapan wartawan.

Mohammad Rawi merinci, kasus sabu-sabu sebanyak 172 perkara dengan barang bukti mencapai 367,072 gram, ekstasi sebanyak 30 butir dari 8 perkara, ganja sebanyak 1,855,74 gram dari 6 perkara, 10 butir psikotropika dari 3 perkara.

“Perkara penyalahgunaan narkoba sangat banyak, dan cenderung mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya,” jelasnya.

Perkara terbanyak berikutnya adalah kasus peredaran obat-obatan terlarang, peredaran trihexypenidyl sebanyak 131 perkara dengan barang bukti 95.129 butir, 1.275 butir dextro dari 9 perkara, jamu ilegal 6 perkara dengan barang bukti sebanyak 63.750 buah.

Selain itu, Kejaksaan juga pernah menangani 2 perkara rokok ilegal dengan barang bukti 37.960 batang, 16 perkara miras dengan barang bukti 2.678 botol, 18 perkara sajam dengan barang bukti 24 buah sajam berbagai jenis, 4 pucuk senjata airsofgun dari 4 kasus, 123 butir peluru senapan dari 3 perkara, 4 buah bom ikan dari 1 perkara, dan 104 detonator dari 2 perkara yang pernah ditangani Kejari.

Pemusnahan barang bukti dilakukan dengan cara pembakaran, pemotongan menggunakan gerinda. Sementara ribuan barang bukti narkoba dan obat-obatan terlarang dimusnahkan dengan cara diblender.

“Pemusnahan barang bukti ini sebagai bentuk transparansi informasi publik serta menjalin sinergi antar instansi pemerintah dan masyarakat,” pungkasnya. (har)

Komentar

Berita Terkait