oleh

Pemotor Asal Wagut-Srono, Jatuh Terpental Jalan Berlubang, Begini Ceritanya

BANYUWANGI- ekspresi nusantara.id. Kejadian menimpa pemuda pengendara motor tuggal, tepatnya dijalan Desa Sraten arah ke Desa Tamanagung Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi. Disepanjang jalanan yang penuh dengan lubang dan tanpa ada lampu penerangan jalan alias gelap itu memang sering kali rawan terjadi pengendara jatuh.Rabu(21/07/2021).

Pemotor apes ini ditemukan tergeletak akibat terpental jalanan berlubang, dengan luka yang cukup parah dibagian kepala, akibat terperosok dijalan Desa Sraten arah ke Tamanagung yang sepanjang jalan itu banyak sekali yang berlubang.

Korban tunggal ini diketahui bernama Mohamad Ruslan, warga Desa Wagut, Kecamatan Srono,Korban mengalami luka serius dibagian kepala, kaki dan tangan setelah diketahui warga setempat lalu dibawa ke Puskesmas Benculuk.

“Ajis(pemilik toko sebelah lapangan) warga Sraten yang mengetahui kejadian kecelakaan tunggal itu mengatakan, kalau kecelakaan tunggal itu terjadi sekitar pukul 22.30 WIB, kecelakaan bermula ketika korban mengendarai motor Matic dengan Nopol belum terpasang itu (motor baru) . awal korban diketahui melaju dari arah barat dengan kecepatan agak lumayan, mungkin karena jalanan gelap, Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) kalau malam mati total, jadi tidak tau banyak jalan lubang dan sedikit agak ngebut, takut mungkin,”ucap Ajis kepada wartawan Rabu malam itu.

“Sesampai di lokasi kejadian yang jalannya agak gelap dan lurus , korban tak sigap melintasi jalan yang berlubang itu dan sesampai kemudian motornya terperosok lubang jalan sehingga hilang kendali yang pada akhirnya motor langsung ngglengser dan korban Ruslan terpental dan jatuh tergletak dibadan jalan.”terangnya

Kepala Desa Sraten “Arif Rahman Mulyadi ketika kami konfirmasi juga mengatakan, bahwa kantor Desa Sraten sudah seringkali mengajukan terkait jalan berlubang , itupun juga jalan Pemerintah Kabupaten, setiap kami mengajukan pasti penembelan jalan tidak pernah total jadi hanya sementara. “Saya Heran” dari sisi kepentingan dan keselamatan warga tidak begitu diutamakan, apalagi pas waktu musim hujan jalan itu “NGERIIII” Mass,” Jelas, Kades Desa Sraten pada wartawan.

“Arif juga menjelaskan, Desa ingin sekali memperbaikki jalan milik pemerintahan Kabupaten itu juga serba salah, mau pakek dana Desa juga tidak diperbolehkan sedangkan Pemerintahan Daerah Kabupaten juga kurang perhatian pada Desa kami. khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Banyuwangi.”jelasnya.

“Kami juga berharap agar Pemerintahan Daerah Kabupaten Banyuwangi, segera merespon jalan di Desa kami agar keselamatan warga diutamakan. dengan adanya kejadian ini kami selaku Kepala Desa Sraten juga langsung menghubungi ke dinas P.U dan Sekda Banyuwangi, setelah mendapat info dari beberapa warga dan dari pihak P.U saya hubungi hanya menjawab menunggu dananya di P.A.K ,”pungkasnya.(SG).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Berita Terkait