oleh

PEMERINTAH DESA PONDOKNONGKO BEKERJASAMA DENGAN API TINGKATKAN SDM MELALUI PELATIHAN KERAJINAN.

Banyuwangi ekspresinusantara.id.

Sebagai upaya untuk mendukung program pembangunan pemerintah dibidang Pariwisata, pemerintah desa Pondoknongko bekerjasama dengan Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi selaku Pendamping desa binaan menggelar pelatihan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) kepada para pelaku kerajinan khususnya masyarakat desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Pelatihan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan diaula kantor desa pondoknongko dengan diikuti oleh 60 peserta pengrajin pada Jumat (9/10/2020) berupa pembuatan souvenir dan kerajinan yang diolah dari batok kelapa, pelepah pisang dan juga sapu lidi. Untuk menjalankan program ini pemerintah desa Pondoknongko bersama dengan pendampingan desa binaan API Banyuwangi menggandeng kejaya Handycraft untuk berkolaborasi memberikan pelatihan dan membantu dalam hal pemasaran.

WhatsApp Image 2020 10 10 at 13.53.23

Khotibin selaku tutor dari kejaya Handycraft usai memberikan pelatihan pembuatan kerajinan dan souvenir saat ditemui awak media Ekpresi mengatakan

” Pelatihan ini untuk membentuk masyarakat desa Pondoknongko agar bisa berkreasi dengan keahliannya masing – masing. Untuk itu disini akan saya kembangkan kerajinan dari pelepah pisang, yang ke 2. Kerajinan dari batok kelapa, ke 3. rajutan untuk ibu – ibu yang kita arahkan kebahan alam dan yang ke 4. Pengembangan produk sapu lidi yang tidak hanya berbentuk piring tapi akan ada bentuk – bentuk yang lain, yang lebih unik dan menarik sehingga bernilai jual dan laku dipasaran,” kata Khotibin.

Lebih lanjut Khotibin mengatakan ” untuk pemasaran, kejaya Handycraft alhamdulillah bisa tembus sampai ke mancanegara seperti eropa dan amerika, jadi kalau memang mereka punya niat dan semangat saya akan bantu untuk memasarkan produk – produk yang sudah ada. Dan saya berharap dari pemerintahan desa akan mengadakan pelatihan – pelatihan berikutnya, tapi spesifiknya, misalkan lidi ya lidi saja, misalkan pelepah pisang ya kusus pelepah pisang. Jadi akan banyak pelatihan – pelatihan yang subnya beda – beda dan saya siap Welcome kapan saja,” pungkasnya.(adi)

Komentar

Berita Terkait