oleh

Lho…. Jarum Bekas Suntik Vaksin Berserakan di Kantor Desa Tampo

BANYUWANGI, Ekspresi Nusantara’id – limbah medis atau yang lebih dikenal dengan limbah B3 sesuai keperuntukan aturan masuk katagori limbah berbahaya, namun dianggap tidak berbahaya bagi puskesmas Tampo kecamatan Cluring, sehingga dengan mudahnya dibiarkan berserakan begitu saja di kantor Desa Tampo seusai pelaksanaan vaksinasi.

Hal tersebut terjadi pada selasa 16 Nopember 2021 terlihat beberapa anak kecil bermain alat suntikan, ketika ditanya, hasilnya sungguh mengagetkan, ada 4 box jarum suntik yang diperkirakan berisi ribuan jarum suntik bekas vaksinasi tergeletak dilantai pendopo desa Tampo.

Hal itu dibenarkan salah satu warga yang enggan disebut namanya, baru tahu pas ada anak kecil bermain alat suntik dikantor desa.

“Saya tahunya ya pas anak anak itu mainan alat suntik ternyata itu suntikan bekas vaksin yang tergeletak dilantai pendopo kantor desa tampo.” ungkapnya.

Sementara menurut kepala Puskesmas Desa Tampo, drg. Mamik Slamet, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa hal itu faktor ketidak sengajaan.

“ya itu karena faktor ketidaksengajaan, karena petugas kami mungkin capek, dan sudah kita berikan pembinaan,” tuturnya dengan nada merasa tidak bersalah.

masih menurut Slamet, atas kelalaian petugasnya tersebut, slamet menilai hal itu menjadi tanggung kawab Dinas Kesehatan Banyuwangi (Kepada Dinas)

“karena kami bekerja kolektif maka pertanggung jawaban hal ini ya Dinas, dari struktur kedinasan adalah dinas,” imbuhnya.(red)

Komentar

Berita Terkait