oleh

Korban Pemukulan Raditya Warga Desa Pace, Terus Disoal

Jember, ekspresinusantara.id – Beberapa Minggu lalu, M Raditya Safrianur siswa kelas 6 SD dan juga selaku santri dimisholla Bustanul Ulum, korban pemukulan oleh Wasit yang masih tetangga korban. Senin 29/3/2021

Menurut Raditya ketika dikonfirmasi wartawan media ini mengatakan, awalnya saya dituduh mukul anaknya wasit yang bernama Vero yang sama- sama ngaji dimusholla Bustanul Ulum. Ungkap Raditya

Lanjut Raditya, pada waktu dipukul awalnya saya mau berangkat ngaji sekitar jam 17.30 wib, saya dipanggil sama Wasit selaku bapaknya Vero, dan pak Wasit manggil saya dan bilang, “Dit yak deknak engkok ngening seongan, langsung mukul saya dan mengenai kepala rahang belakang, dan setelah itu saya langsung mau pingsan, akhirnya saya langsung ditolong warga”, Imbuhnya

Beda menurut Abdul Hadi alias pak Lin kepada wartawan menjelaskan, kasus yang menimpa kepada Raditya selaku cucu jelas gak terima dwngma kejadian ini, dan saya merasa sangat kecewa sekali kepada pihak Polsek yang ditangani. Karena, awalnya saya pada waktu melapor dan mendatangi kantor Polsek, dan pada waktu itu petugas SPK yang bernama pak Duwi. setelah itu sama pihak Polsek laporan saya tidak diterima. Kata pak Lin

“Dari Polsek setempat mengasik arahan alangkah baiknya diselesaikan didesa dulu, setelah dituruti saran tersebut, akhirnya pihak Wasit yang mukul korban dan keluarga korban dimediasi dikantor desa yang disaksiakam oleh babinkamtibmas semua perangkat dan kepala desa Pace. bahkan pak Wasit pada saat dimediasi, pak wasit sempat mengakui dan sanggup mengasik ganti rugi kepada korban sebesar Rp 500.000. setelah beberapa hari akhirnya pihak pak wasit akhirnya mengingkari uang ganti rugi tersebut. dan bahkan sampai sekarang pihak pak wasit sempat nantang dan bilang, Etembeng Majer ke Radit, Bengok Majereh Kepolisi. Cetus pak Lin sambil menirukan bahasa dari pak Wasil denhan logat maduranya yang kental.

Ditempat berbeda Raditya mengatakan, dengan kejadian pemukulan yang menimpanya, sampai sekarang saya selaku korban mengalami terganggu masalah pendengaran ditelinga sebelah kiri, kalau awalnya setelah dipukul ini bengkak. Ujarnya

Sementara Kapolsek silo AKP Tanto Rehana ketika dikonfirmasi wartawan media ini melalui telpon selulernya mengatakan, terkait masalah pemukulan tersebut tidak ada laporan dari anggota. Pungkasnya
(Win/ Abdullah)

Komentar

Berita Terkait