oleh

Karang Taruna Jenggirat Tangi Akan Laporkan Oknum Wartawan Ke Dewan Pers

Banyuwangi, Ekspresinusantara.id – Terkait pemberitaan yang terkesan menyudutkan yang diangkat media online pada Kamis (1/4/21) dini hari yang menyebutkan bila pihak Karang Taruna Jenggirat Tangi Desa Sembulung Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, dituduh dan terkesan telah melakukan Mar up anggaran dari Bumdes akan segera dilaporkan ke Dewan Pers. Pemberitaan tersebut sangat sepihak tidak sesuai dengan fakta bahkan terkesan menjustifikasi sepihak.

Hal ini disampaikan Aris Ketua Karang Taruna Jenggirat Tangi, pihaknya merasa kecewa atas pemberitaan yang terkesan menyudutkan dirinnya. Dia menyebutkan, terkait pemberitaan tersebut merupakan hak teman teman sebagai wartawan. Kami tidak bermaksut interfensi apalagi mencampuri tapi yang saya sayangkan narasi beritannya kok tidak sesuai dengan konfirmasinnya.

“Yang lebih miris lagi seolah olah Karang Taruna me Mar Up anggaran Bumdes, apalagi ada bahasa pemotongan anggaran yang tidak dibenarkan. Kami juga dituduh meresahkan warga, terus terang persoalan ini akan saya laporkan,” imbuh Aris Riyanto saat dikonfirmasi media ini, Kamis (1/4/21).

Hal senada diungkapkan Andi sekretaris BPD yang juga sebagai anggota Karang Taruna Jenggirat Tangi Desa Sembulung, sah sah saja menulis berita tapi harus sesuai fakta yang ada dan tidak boleh memfitnah. Apalagi membikin kacau seperti ini.

“Apalagi berita tersebut tidak dilandasi data yang akurat terkesan opini semaunnya sendiri dan menuduh orang terus dipublikasikan lewat pemberitaan di media. Hal ini yang tidak kami terimakan, kami bersama kawan-kawan Karang Taruna dan pihak Pemdes sepakat akan melapor ke Dewan Pers,” jelas Andi.

Tidak hanya kami pihak Karang Taruna dan Pemdes Sembulung yang merasa dirugikan. Para penghuni pasar tradisional Beringin dan masyarakat juga menginginkan masalah pemberitaan ini di usut tuntas oleh pihak yang berwenang.

“Terkait masalah pemberitaan oleh oknum wartawan, biar aparat penegak hukum yang menangani,” tambah Andi.

Andy juga menerangkan, menjadi seorang wartawan harus profisional, hal ini sudah diatur oleh UU nomor 40 tahun 1999 dan lengkap kode etiknya.

Aris selaku ketua karang taruna Jenggirat Tangi yang awalnya bergeming atas pemberitaan liar terhadap dirinya merasa perlu meluruskan. Menurutnya media Investigasitoday seharusnya dilaporkan ke pihak kepolisian, PWI dan Dewan Pers jika memang benar yang disangkakan.

“Saya sepakat apa yang disarankan oleh beberapa pihak yang memberikan saran penting pada Karang Taruna. Jika media yang memberitakan punya bukti, kenapa tidak dilaporkan saja ke Polisi. Ini kan cuma main isu kemudian bikin berita yang arahnya merusak identitas saya dan memperkeruh suasana warga masyarakat desa Sembulung. Justru karena ini hanya isu liar maka yang ada berita yang ada akhirnya banyak fitnah,” tegas Aris.

Terkait upaya konfirmasi, Aris mengaku ada beberapa alasan tidak ingin merespon konfirmasi wartawan yang membuat beritanya. Salah satunya terkait kompetensi si wartawan. Selain itu ia merasa bingung apa yang dikonfirmasi.

“Ada satu media yang mencoba mengkonfirmasi saya, tapi begitu muncul di media, ini bikin bingung. Tapi yang jelas, saya menolak memberikan konfirmasi karena yang menkonfirmasi belum berkompeten. Dan itu hak saya untuk tidak menjawab konfirmasinya. Eh kok malah munculnya miring dan sepihak, aneh kan,” imbuh Aris lagi.

Sementara itu, Kades Suprayitno menegaskan jika dirinya yang dimintai tanggapan terkait pemberitaan tersebut, justru tak akan menanggapinya lantaran media yang membuat berita yang menuding Ketua Karang Taruna menerima dana Bumdes telah di potong itu jelas jelas berita fitnah.

“Saya selaku Kades sekaligus pembina Karang Taruna Jenggirat Tangi akan menindak lanjuti terhadap oknum wartawan tersebut, dalam waktu dekat persoalan ini segera kami laporkan,” pungkas Kades Suprayitno. (Im)

Komentar

Berita Terkait