oleh

Helmi Penuhi Panggilan Polisi Sebagai Pelapor Pungli Tiket Masuk Pantai Boom Marina Banyuwangi

Banyuwangi .ekspresinusantara.id.

Ketua Dewan Pimpinan Kolektif Aliansi Rakyat Miskin (DPK-ARM) Muhammad Helmi Rosyadi memenuhi panggilan penyidik Polresta Banyuwangi. Pada Senin (2/11/2020)

Helmi di dampingi wakil sekertaris DPK-ARM Novita Dian Budiyanti tiba di ruang Pidana Korupsi Satuan Reserse Kriminal (Pidkor Satreskrim) sekitar pukul 14.00 WIB terkait pengaduanya ke Polresta Banyuwangi atas dugaan adanya indikasi pungli dalam penarikan tiket masuk ke Pantai Boom Marina Banyuwangi.

Sebelumnya pengaduan tersebut diperkuat dengan keterangan dari pihak pengelola yang mengatakan jika harga tiket Rp 15 ribu perorang tersebut include dengan voucher makan atau minum sebesar Rp 4 ribu rupiah. Harga tiket tersebut belum termasuk biaya parkir kendaraan bermotor.

Dari harga tersebut, setiap pengunjung mendapatkan voucher senilai Rp. 4.000,- yang dapat ditukarkan dengan makanan minuman barang seharga voucher ke pelaku UMKM yang berjualan di kawasan tersebut. Namun jika tidak ditukarkan maka nilai voucher akan masuk ke kas pengelola.

“Jika sesuai perda yang bisa diambil adalah biaya parkir dan hiburan, tapi kalau hiburan apa wahana atau tontonan yang disajikan?,” kata Helmi heran.

Helmi mencontohkan, pembangunan hotel yang berada di pinggir laut, bukan berarti pesisir pantai juga milik hotel dan dapat di pagar sesuai kemauan pengelola. Sementara di pantai Boom Marina Banyuwangi yang disajikan hanya laut, bukan sesuatu tontonan komersial.

“Kita tegas menolak ruang-ruang publik dijadikan area privat, sehingga kita melaporkan PT. Pelindo Properti Indonesia (PPI) karena menarik tiket kepada warga Banyuwangi yang hendak masuk ke Pantai Boom Marina Banyuwangi,” pungkas Helmi(ris)

Komentar

Berita Terkait