oleh

Gara-Gara Belajar Gila Di Jalanan Sekelompok Remaja Mendapat Binaan Polres Lumajang

Lumajang – ekspresinusantara.id

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si melalui Kanit Pidek Satreskrim Ipda Ahmad Fahri, S.Tr.K. pada hari ini Kamis menjemput sekelompok remaja dirumahya di daerah Klakah untuk dibawa ke Polres Lumajang serta dimintai keterangan terkait aksi joged viral dimedsos yang dilakukannya di simpang 4 Toga kemarin Rabu (24-02-2021).

Paursubbaghumas Bagops Polres Lumajang Ipda Shinta menjelaskan bahwasannya sekelompok remaja tersebut berjumlah 5 orang, 2 perempuan dan 3 laki-laki, kelimanya adalah warga Klakah Lumajang. 1 orang perempuan pelajar SMA, 1 orang perempuan Mahasiswa dan 3 orang laki-laki sebagai karyawan sebuah cafe.

“Mengutip dari pengakuan salah satu orang dari mereka sebagai kreator konten, mereka melakukan aksi joged itu untuk menghibur pengguna jalan, juga untuk membuat konten youtube yang tengah mereka garap. Namun aksi tersebut sempat viral di media sosial dan tentunya meresahkan masyarakat karena dilakukan di zebra cross persimpangan jalan.” Ungkap Shinta

“Setelah dimintai keterangan oleh Satreskrim kelimanya mengakui perbuatannya, serta Mendapat pembinaan oleh Satlantas dalam hal ini langsung dapat binaan oleh Kasatlantas AKP I Putu Angga Feriyana, S.H., S.I.K., M.H.” tegasnya

Kasatlantas AKP Putu Angga menjelaskan bahwa pihaknya melakukan edukasi serta pembinaan kepada yang bersangkutan agar kedepannya tidak melakukan joged tiktok lagi atau giat lain yang membayakan dirinya juga orang ĺain di jalan raya. Karena di lampu merah berpotensi dan rawan kecelakaan, kemungkinan di sisi lain yang sudah hijau saat penegendara melintas melihat joged yang bersangkutan sehingga konsentrasi terpecah dan berpotensi laka lantas.

“Maka Kami menghimbau agar kedepannya bisa membuat konten yang lebih baik itu video maupun yang lainnya yang lebih positif, mengedukasi dan bermanfaat untuk masyarakat. Jadi jangan sampai terkesan anak-anak muda ini terlihat tidak terdidik.” Tutur AKP Angga

Orang tua dari anak-anak ini pun juga turut dipanggil di Polres untuk menjemput putra putrinya, dan juga mendapatkan Saràn beserta peringatan
Paursubbaghumas Ipda Shinta agar lebih ketat lagi dalam mengawasi putra putrinya dalam pembuatan konten-konten kreatifnya supaya lebih bijak dalam bermedsos.

Pada ahirnya Kelima remaja tersebut menyampaikan permohonan maafnya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi serta menandatangani pernyataan bermaterai yang telah dibuatnya.oleh polres. (Djk.P)

Komentar

Berita Terkait