oleh

Cerita Minuman Kaleng Kadaluwarsa Merk ‘YAMATO’, Isi Bingkisan Lebaran PT Sumber Yala Samudra Muncar

BANYUWANGI, Ekspresinusantara.id – Minuman kaleng merk ‘YAMATO’, kini menjadi buah bibir dikalangan masyarakat Dusun Sampangan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Jadi buah bibir karena minuman kaleng tersebut menjadi bingkisan lebaran.

Dan dari keterangan dalam kemasan, minuman kaleng merk ‘YAMATO’ tersebut sudah dalam kondisi kadaluwarsa.

Bingkisan lebaran berisi sarden dan minuman kaleng merk ‘YAMATO’ ini diberikan oleh PT Sumber Yala Samudra, kepada masyarakat sekitar perusahaan, pada jelang lebaran lalu.

“Begitu menerima, sebagian langsung dikonsumsi, terutama minuman kalengnya,” kisah Muhammad Taji, tokoh Dusun Sampangan, Senin (1/6/2020).

Setelah itu, barulah keluhan bermunculan. Khususnya dari masyarakat yang sudah meminum minuman kaleng merk ‘YAMATO’ tersebut. Ada yang mual, hingga muntah-muntah.

“Syukurnya gak sampai ada yang jatuh sakit,” imbuh Taji, disaksikan sejumlah warga sekitar perusahaan pengalengan ikan PT Sumber Yala Samudra.

IMG 20200531 WA0016

“Yang makin membuat kami kecewa, saat itu pimpinan Sumber Yala, menyebut bahwa meski sudah kadaluwarsa, minuman kaleng masih bisa dikonsumsi hingga setahun kedepan,” imbuh mantan Kepala Dusun (Kadus) Sampangan, ini dengan nada kecewa.

Pantauan media, bingkisan lebaran sarden dan minuman kaleng merk ‘YAMATO’ sebagian masih disimpan warga sekitar PT Sumber Yala Samudra. Khusus kondisi kemasan minuman kaleng merk ‘YAMATO’, memang masih bagus. Keterangan kadaluwarsa tertera EXP : 150220. Dan dalam kemasan tidak tertera keterangan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kepala Desa (Kades) Kedungrejo, Ahmad Zaiho, mengaku sangat menyayangkan adanya bingkisan lebaran berisi sarden dan minuman kaleng kadaluwarsa yang diterima warganya. Menurutnya, jika hal tersebut memang disengaja dilakukan oleh pihak pemberi, yakni PT Sumber Yala Samudra, maka itu bisa disebut sebagai pelecehan terhadap masyarakat.

“Jika itu disengaja, itu pelecehan namanya,” tegasnya.

Sementara itu, H Pandi, selaku pihak PT Sumber Yala Samudra, menyampaikan bahwa sebagian sarden dan minuman kaleng merk ‘YAMATO’ bingkisan lebaran, telah ditarik. Dia juga menyampaikan bahwa isi bingkisan tersebut tidak ada yang kadaluwarsa. Dan terkait keterangan Expayet yang tertera, hanya sebuah kekeliruan proses print dalam kemasan.

“Sebagian oleh warga ada yang sudah diberikan ke saudara, dan dimakan tidak apa-apa,” ucapnya enteng.

Sayang, Bos PT Sumber Yala Samudra, David Wijaya Tjoek, menolak berkomentar. Dia malah meminta awak media untuk menghubungi kuasa hukumnya, atas nama Moch Zaeni.

“Silahkan hubungi perwakilan saya,” katanya.

Padahal, dalam wawancara, awak media hanya ingin menanyakan tentang tidak adanya keterangan dari BPOM pada minuman kaleng merk ‘YAMATO’. Minuman kaleng produksi PT Sumber Yala Samudra tersebut adalah bagian dari bingkisan lebaran yang diberikan kepada warga sekitar perusahaan. Tidak ada keterangan BPOM kok bisa diedarkan ya?. (nrt)

Komentar

Berita Terkait