oleh

Berkat Kerja Keras Selama Tujuh Tahun Akhirnya Padi dayang rindu Menjadi Varietas Lokal Musi Rawas

Musi Rawas, Ekspresinusantara.id – 9000 hektare lahan tersedia di kabupaten Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan, saat ini tengah mengembangkan padi darat varietas lokal padi “Dayang Rindu”. (Jum’at 09/04/2021)

“Saat ini pengembangannya dipusatkan di Kabupaten Musi Rawas, diatas lahan seluas satu 9000 hektare, padi gogo,seluang, kalau di kecamatan Selangit padi beso, kecuali Kecamatan Tugumulyo dan Kecamatan Purwodadi. Selain dikembangkan dengan metode alami juga dilakukan melalui lembaga penelitian Badan Tenaga Nuklir  Nasional (Batan),” Tohirin Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Mura, Jum’at (09/04)kepada skandal, diruang kerjanya, Benih padi dayang rindu Unggulan pada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Musi Rawas, tutur Tohirin, sudah 7 tahun lebih merintis semua ini alhamdulillah sekarang berhasil merilis varietas dayang muratan karena selama ini tidak boleh munggunakan anggaran pemerintah alhamdulillah sekarang sah varietas sah milik Musi Rawas dan sudah ditandatangani pihak kementerian.

Pengembangan benih padi darat “Dayang Rindu” terang Tohirin  2-2,5 ton per hektar.

“Padi dayang Rindu memiliki tinggi kurang dari satu meter, usia antara 120-125 hari, jumlah butir per malay satu tangkai 250 butir, dan 15 jumlah anakan,” ujarnya. “Rasa dan aroma tidak berubah, cuma mutasi pada produksi, usia, dan tinggi, serta bisa diadaptasi pada lahan kering dan sawah.”

Padi Dayang Rindu identik tanaman darat dan khas Musirawas, khususnya di Kecamatan Jayaloka dan Muara Kelingi. Namun, uji adaptasi diharapkan tanaman ini bukan cuma tumbuh di Musirawas saja, melainkan bisa ke luar Sumatera. “Tujuan akhirnya, Dayang Rindu bisa jadi varietas unggul untuk tingkat nasional,” urainya.

Upaya pemurnian dan rilis Padi dayang Rindu, tambah dia, dimulai tahun 2013, dan sudah Sembilan Tahun lamanya

Padi darat “Dayang Rindu” sendiri tambah dia, merupakan padi darat dengan umur tanam lima hingga enam bulan, padi ini banyak ditanam warga di Kecamatan Jayaloka, Muara Lakitan, Bulang Tengah Suku (BTS) Ulu dan Muara Kelingi.

Sedangkan untuk daerah lainnya padi ini pertumbuhannya kurang baik terutama cita rasanya.

Padi tersebut dikenal memiliki rasa pulen dan harum sehingga enak dikonsumsi walau tanpa lauk tidak heran jika beras “Dayang Rindu” sering dijadikan oleh-oleh untuk pejabat dari pusat yang berkunjung ke daerah tersebut, yakni dayang rindu muratan dan batan Mura pungkasnya. (M Rifa’i )

Komentar

Berita Terkait