oleh

Bantuan Langsung Tunai Desa Tegalwaru Diduga Disunat

Jember, Ekspresinusantara.id – Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa dan juga bantuan kovid, desa Tegalwaru Kecamatan Mayang Kabupaten Jember, di Duga disunat sama oknum mantan kepala desa. pasalnya, sebelum pencairan, semua penerima manfaat dimintai uang Rp 50.000. alasannya untuk bukak rekening dan setelah pencairan penerima manfaat masih dipotong Rp 100.000. Selasa 6/4/2021

Menurut sumber media ini yang namanya enggan dipublikasikan menjelaskan, untuk desa Tegalwaru Kecamatan Mayang ini ada tiga dusun yaitu Sumberpinang, Klayu dan Plalangan. Di tiga Dusun ini penerima manfaat BLT, rata- rata semuanya sama. awalnya semua penerima manfaat dimintai uang Rp 50.000 dan begitu saat pencairan, semua penerima masih dipotong Rp 100.000 sama oknum desa dan pada waktu itu kadesnya masih Haryanto. Ungkap sumber media ini yang tidak mau namanya di publikasikan.

Ditempat terpisah menurut keterangan ketua tokoh masyarakat (HK), dan juga selaku korban yang dipotong Rp 100.000, mengatakan, awalnya memang dimintai uang Rp 50.000 untuk buka rekening dan setelah itu untuk pencairan bantuan kovid yang Rp 600.000 untuk pencairan pertama blm dipotong dan pencairan kedua baru dipotong Rp 100.000, yang ketiga utuh. Setelah saya tanyak kepada ketua RT (RN) untuk apa dipotong, dia bilang untuk bayar karyawannya dikantor desa, dan yang motong bantuan tersebut, ketua RT nya yang diduga atas perintah kades,Tegas (HK) selaku tokoh masyarakat pada saat dikonfirmasi media.

Masih menurut keterangan tokoh masyarakat (HK) dan juga selaku korban yang dipotong Rp 100.000 “Kalau adil gak masalah pak, satu desa dipotong semua, ini yang digumer daerah dusun Klayu. Ini tolong diusut sampai tuntas, masalahnya bukan hanya DPR saja yang korupsi, mantan pak kades ini harus dituntut secara hukum, tolong saya ini, gak sekolah pak, dan tolong ini jangan sampai dipermainkan kepada atasan, rakyat biar tau mana yang salah dan mana yang gak salah. Ujarnya serius.

Data yang dihimpun media ini mengenai bantuan bantuan langsung tunai (BLT) atau bantuan kovid untuk desa Tegalwaru kecamatan Mayang ada bantuan BLT atau bantuan kovid yang Rp 300.000 dan Rp 600.000 selama tiga kali. namun realita di lapangan semua penerima manfaat BLT tersebut, dari tiga dusun di duga rata- rata disunat sama oknum desa.

Ketua LSM Kuda Putih (Slamet Riyadi,S.Sos), Mengecam keras adanya dugaan pemotongan bantuan BLT dan bantuan kovid Desa Tegalwaru Kecamatan Mayang yang dilakukan oleh oknum desa. kasus ini harus kita kawal dan diungkap dengan serius, apalagi sekarang kasus seperti ini sangat gencar – gencarnya atau Buming – bumingnya menjadi sorotan publik sekaligus menjadi Atensi bagi semua Aparat Penegak Hukum (APH).

Sementara itu, Haryanto selaku mantan Kepala Desa Tegalwaru Kecamatan Mayang saat dikonfirmasi wartawan melalui telpon selulernya tidak mendapatkan respon. (Erwin)

Komentar

Berita Terkait