oleh

AAMBI Ujug-Ujug Cabut Laporan Normalisasi Ilegal Milik Kiki, Ada Apa Hayo?

BANYUWANGI –ekspresinusantara.id.

Dugaan pengkondisian hukum terjadi di Banyuwangi. Yakni terkait laporan kasus normalisasi sungai ilegal yang beberapa waktu lalu santer dilakukan oleh AAMBI (Asosiasi Armada Material Banyuwangi) terhadap Kiki.

Kiki adalah pengusaha tambang galian C, asal Rogojampi. Sekaligus pelaku normalisasi sungai di Dam Concrong Rogojampi, Singojuruh dan Patoman. Normalisasi yang dilakukan Kiki tersebut dilaporkan AAMBI ke Polresta Banyuwangi, sebagai aktivitas ilegal.

Dalam pelaporan tersebut, AAMBI terkesan sangat berang. Namun anehnya, laporan tentang aktivitas yang disinyalir mencuri aset negara itu ujug-ujug dicabut oleh AAMBI. Dan proses hukum pun mandeg. Ada apa ya?.

Dikonfirmasi wartawan, Kiki dengan santai menjawab bahwa kasus hukum yang menimpanya telah usai. Dia dan AAMBI telah berdamai tanpa ada syarat apa pun. Dan laporan di Polresta Banyuwangi, telah dicabut oleh AAMBI.

“Sudah selesai, sudah damai dengan AAMBI,” katanya, Jumat malam (19/6/2020).

Pengusaha tambang galian C ini juga menyampaikan bahwa dalam perdamaian antara dia dan AAMBI, tidak ada mahar. Atau tidak ada transaksional uang kepada pihak mana pun. Baik kepada AAMBI maupun jajaran Polresta Banyuwangi.

Sementara itu, Ketua AAMBI, Zainuri, mengakui bahwa pihaknya telah mencabut laporan dugaan normalisasi ilegal yang dilakukan Kiki. Dengan enteng dia juga menyampaikan jika laporan tersebut hanya karena kesalah pahaman.

“Salah paham saja, kita sudah saling memaafkan,” ucapnya.

Dia tidak membantah jika sikap mencabut laporan ini bertolak belakang dengan pernyataan berapi-api dari AAMBI sebelumnya. Menurutnya, laporan tersebut berawal dari perselisihan antara sopir dumptruk anggota AAMBI dengan Kiki. Yakni terkait transaksi jual beli material pasir di normalisasi sungai yang dikelola oleh Kiki.

“Kepentingan kita kan melindungi anggota, ketika anggota saya merasa didzolimi ketika antri mulai pagi hingga siang, ketika mau ngisi diusir, disitu muncul kemarahan temen temen, baru dilaporkan. Orang namanya sama-sama tambang ilegal kok ya sombong-sombong banget,” cetus Zainuri.

Terkait pencabutan laporan AAMBI tentang dugaan praktik normalisasi ilegal yang berpotensi menimbulkan kerugian negara tersebut, Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, AKP M S Ferry SIK, belum bisa dikonfirmasi.

Sekedar diketahui, laporan yang dilakukan AAMBI terhadap dugaan normalisasi ilegal yang dilakukan oleh Kiki, pengusaha tambang galian C asal Rogojampi ini cukup menjadi perhatian masyarakat Bumi Blambangan. Publik sangat berharap Polresta Banyuwangi, bisa melakukan penegakan supremasi hukum atas aktivitas yang berpotensi merugikan keuangan negara itu.

“Kasus ini kan yang dirugikan negara, saya kira saat AAMBI mencabut laporan sekali pun, Kiki tidak bisa serta merta lepas dari jeratan hukum dong,” ungkap salah satu warga. (nrt)

Komentar

Berita Terkait