oleh

Pemberlakuan PPKM Darurat Banyak Dikeluhkan Pedagang Kaki Lima.

 

BANYUWANGI – Jatim ekspresiNusantara.id Hari pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk wilayah pulau Jawa dan Bali berlangsung ketat malam ini, Sabtu (3/7/2021). Tim Satgas Covid-19 Kecamatan Gambiran bertindak tegas saat membubarkan kerumuran masa dan penutupan lapak-lapak pedagang kaki lima disepanjang jalan raya Jajag.

Tim Satgas Covid-19 Kecamatan Gambiran yang dipimpin Camat Gambiran bersama Satpol PP, Koramil 0825/06, Polsek Gambiran, dan Petugas Kesehatan dari Puskesmas menggelar patroli mulai pukul 20.00 WIB. Fokus kegiatan adalah melakukan penertiban di sepanjang jalan raya Jajag yang selalu dijadikan tempat tongkrongan favorit kawula muda.

Tim Satgas yang tiba dilokasi langsung bertindak tegas membubarkan kerumunan pemuda yang asyik nongkrong. Bahkan, tim gabungan juga memberikan sangsi disiplin dengan cara menyuruh Push Up para pemuda. Operasi yustisi kali ini merupakan bentuk penegakan PPKM Darurat yang diberlakukan mulai hari ini.

Selain melakukan pembubaran terhadap kumpulan anak muda yang sedang nongkrong, Tim Satgas Covid-19 Kecamatan Gambiran juga melakukan penutupan paksa warung-warung tenda milik pedagang kaki lima yang masih berjualan walau sudah melampaui batas waktu yang ditetapkan selama pemberlakuan PPKM Darurat.

Tidak sedikit para pedagang yang mengeluhkan aksi tegas petugas kali ini. Para pedagang kaki lima yang mayoritas merupakan penjual makanan yang menjajakan dagangannya di malam hari merasa dirugikan karena harus tutup sebelum dagangan mereka habis.

Poniran salah satu pedagang kaki lima yang membuka warung tenda nasi goreng mengatakan, dampak diberlakukannya PPKM Darurat membuat penghasilannya saat ini berkurang 25%, dari empat kilogram beras yang dimasak sekarang harus dikurangi menjadi tiga kilogram, dan itupun tidak terjual habis.

“Bayangkan saja, saya membuka tenda pukul 17.00 WIB, otomatis mulai berjualan pukul 18.00 WIB. Sedangkan aturan yang diberlakukan PPKM Darurat harus tutup pukul 20.00 WIB. Mana mungkin berjualan cuma 2 jam bisa mendatangkan hasil. Sebenarnya kita memaklumi dengan kondisi penyebaran Covid-19, dan harusnya pemerintah juga memberikan solusi buat pedagan malam seperti kita-kita ini,” keluh Poniran.

Sementara itu Plt Camat Gambiran Budi Santoso SH selaku ketua tim satgas Covid-19 Kecamatan menjelaskan, operasi yustisi yang digelar malam ini merupakan bentuk penegakan aturan yang ditetapkan saat diberlakukannya PPKM Darurat.

“Saya menghimbau kepada masyarakat agar selalu mematuhi aturan PPKM Darurat yang sudah ditetapkan. Kita bertindak tegas kali ini demi kepentingan bersama. Pemerintah berupaya semaksimal mungkin dalam menangani penyebaran Covid-19 agar secepat mungkin bisa keluar dari pandemi ini,” jelas Budi.(SG).

Komentar

Berita Terkait