oleh

Patuhi Prokes, “Ngeri” Banyuwangi Tercatat Kasus Zona Merah Covid-19

BANYUWANGI- Jatim ekspresinusantara.id Berbagai upaya telah dilakukan untuk menekan laju covid-19 di Kabupaten Banyuwangi namun beberapa minggu terakhir ini lonjakan kasus covid-19 semakin meningkat yang mengakibatkan kabupaten di ujung timur pulau Jawa berubah status dari zona merah.

“Gila per hari ini Kabupaten BanyuwIMG 20210701 WA0025angi sudah masuk zona merah. Saya juga baru tahu siang ini,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Widji Lestariono, saat dikonfirmasi wartawan.Rabu(30/06/2021)

Berdasarkan informasi COVID-19 Jawa Timur, sudah ada 7.373 warga Banyuwangi yang terpapar virus corona. Saat ini masih ada 488 kasus aktif. Sementara pasien meninggal mencapai 724 kasus dengan fatality rate 9,82 persen.

“Beberapa minggu terakhir memang terjadi lonjakan kasus signifikan. Termasuk pasien yang meninggal dunia,” ucap dr Rio panggilan akrab Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi ini.

Sejauh ini, ucap Rio, sudah ada 13 klaster sumber penularan COVID-19 di Banyuwangi. Diantaranya, tiga klaster ziarah makam Walisongo, tiga klaster Puskesmas, tiga klaster Pondok Pesantren, dan dua klaster hajatan.

“Juga ada klaster masjid, klaster keluarga dan juga klaster peti buah. Ini semakin meyakinkan kita bahwa kerumunan dan mengabaikan protokol kesehatan menjadi sumber penularan COVID-19,” ucap pria yang juga selaku juru bicara Satgas COVID-19 Banyuwangi.

Satgas COVID-19 Banyuwangi, ucap Rio, sebenarnya sudah berupaya secara optimal untuk memutus mata rantai virus corona. Mulai dari memperluas tracing, pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro, termasuk operasi yustisi hingga mengebut proses vaksinasi

.(red).

Komentar

Berita Terkait